Investasi Digital Metaverse Mendunia, Simak Dampak Buruknya

Investasi digital metaverse saat ini tengah ramai dibicarakan beberapa orang. Bagi Anda yang masih asing dengan hal tersebut sudah sepatunya mencari informasi lebih banyak, sebab metaverse memiliki kemungkinan peluang dalam investasi jangka panjang.

Dunia digital yang tidak terasa berkembang begitu cepat setidaknya mampu untuk melahirkan beberapa inovasi yang juga sangat pesat. Mulai dari media informasi, inovasi bekerja, hingga untuk urusan investasi, semua hal tersebut telah terjangkau secara merata oleh teknologi.

Akhir-akhir ini banyak sekali pembahasan mengenai metaverse, konsep dunia atau semesta lain yang diwujudkan dalam bentuk 3D ini didesain untuk menghubungkan semua aspek di dunia secara virtual. Setiap pihak memiliki kesempatan untuk bergabung dalam dunia tersebut.

Metaverse mungkin tidak akan masuk akal apabila dipikirkan secara nalar, inovasi untuk membuat dunia lain secara 3D dan virtual merupakan akses yang saat ini benar-benar akan diwujudkan.

Serta hal tersebut juga sejalan dengan investasi digital metaverse didalamnya. Secara arti gampang, metaverse merupakan perwujudan internet di masa yang akan datang. Dimana semua pihak akan saling terhubung.

Baik secara komunikasi, bekerja, bertemu, liburan bersama, hingga layaknya sosialisasi pada umumnya secara daring atau online. Akan tetapi beberapa ahli seringkali masih merasa heran dengan perkembangan metaverse ini yang menurut analisa terkini juga memiliki dampak buruk bagi kehidupan.

Bahkan jika tidak diperhatikan dengan baik maka akan menimbulkan kerusakan pola hidup manusia. Berikut ini adalah beberapa aspek terkait gejala serta kendala yang kemungkinan besar akan dihadapi oleh manusia apabila investasi ini telah dilakukan besar-besaran.

Investasi Digital Metaverse Berpotensi Menyusahkan Investor

Kendala yang pertama langsung dituturkan oleh salah satu bank investasi multinasional di Amerika, yakni Jefferies. Menurut beberapa analisa dari bank ini keberadaan metaverse akan berlangsung sekitar satu dekade dan berpotensi merusak tatanan kehidupan manusia.

Hal ini diyakni sebab investor perlu memerlukan cara yang cukup lama untuk mengembangkan metaverse ini mulai dari menyiapkan perangkat keras pada internet untuk membangun metaverse. Dan tentunya hal ini merupakan salah satu hal cukup menguras tenaga dan energi.

Pertimbangan ini setidaknya juga akan berlanjut sebab metaverse juga kemungkinan besar akan memiliki mekanisme bisnis yang berbeda-beda. Beberapa investasi didalamnya akan berkembang apabila kualitas penawaran bisnisnya menarik.

Apalagi hingga saat ini belum terlihat jelas bagaimana bentuk metaverse yang akan digunakan nantinya. Sehingga praktik seperti jual beli tanah, property, hingga bangunan dalam metaverse ini masih tergolong bayangan serta perumpamaan saja.

Sehingga secara tidak langsung akan memberikan dampak yang buruk apabila tidak dilakukan dengan baik. inilah yang juga turut disampaikan oleh beberapa analisa terkait metaverse yang diriset langsung oleh tim ahli strategi ekuitas.

Investasi Digital Metaverse Berpotensi Menimbulkan Disrupsi

Potensi dampak buruk selanjutnya yang kemungkinan besar juga akan berdampak pada tatanan kehidupan manusia adalah disrupsi. Potensi ini juga disampaikan secara langsung oleh kementrian BUMN Indonesia, yakni Erick Tohir.

Dalam kesempatan terakhir bapak Erick Tohir menyampaikan bahwa gagasan adanya metaverse ini akan datang dan terjadi. Hal tersebut bisa dilihat dari bagaimana facebook telah merancang dunia besar-besaran melalui drone yang akan diletakkan dimana-mana.

Membangun metaverse versi facebook ini memang tidak ada kaitannya dengan dunia nyata, akan tetapi akan menghasilkan disrupsi. Dan Indonesia dikhawatirkan belum sepenuhnya siap untuk menerima perubahan tersebut yang cenderung terlalu cepat.

Semua pertimbangan mengenai investasi digital metaverse cenderung memiliki dampak buruk apabila benar-benar dikaji dengan lebih detail dari aspek geografis dan persiapannya.

Related posts