Pendapatan Nasional


Pendapan Nasional - Hallo siswa siswi, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Kunci Jawaban Bab Pendapatan Nasional
, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca. Untuk artikel selanjutnya Pembangunan Ekonomi dan Pertumbuhan Ekonomi. Baiklah, selamat membaca.

Uji Kompetensi 1
1

Jawaban: c
Gross Domestic Product/Produk Domestik Bruto (GDP/PDB) adalah jumlah barang dan/atau jasa yang dihasilkan faktor-faktor produksi di suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam penghitungan Gross Domestic Product (GDP) tetap menghitung pendapatan perusahaan atau warga negara asing yang bekerja di Indonesia. Upah tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Jepang tidak dimasukkan penghitungan PDB, tetapi dimasukkan penghitungan Produk Nasional Bruto (PNB).
2

Jawaban: d
Pendapatan nasional dengan pendekatan pen- dapatan dihitung dengan menjumlahkan seluruh pendapatan yang diterima masyarakat sebagai pemilik faktor produksi atas penyerahan faktor produksinya kepada rumah tangga perusahaan. Komponen pendapatan nasional dengan pendekatan pendapatan adalah balas jasa tenaga kerja berupa upah dan gaji, tanah dan harta tetap lainnya memperoleh pendapatan sewa, modal memperoleh bunga; dan kewirausahaan memperoleh keuntungan/laba. Pernyataan angka
1) dan 3) merupakan komponen pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran.
3

Jawaban: c
Ekspor dan impor termasuk komponen yang digunakan dalam menghitung pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran. Dengan pendekatan ini, jika nilai impor lebih besar daripada nilai ekspor akan mengurangi jumlah pendapatan nasional
4

Jawaban: d
Pendapatan nasional dengan metode pendapatan dihitung dengan menjumlahkan seluruh pendapat- an yang diterima masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Pendapatan diterima sebagai balas jasa atas penyerahan faktor produksi kepada perusahaan. Balas jasa berupa pendapatan sewa, upah atau gaji, bunga, dan laba.
5

Jawaban: b
Penghitungan Net National Income (dalam miliar rupiah):
GDP 70.000
Produk warga negara di luar negeri 20.000
––––––– +
90.000
Pendapatan asing di dalam negeri 35.000
––––––– –
GNP 55.000
Penyusutan 2.500
––––––– –
PNN 52.500
Pajak tidak langsung 6.000
––––––– –
NNI 46.500
Jadi, Net National Income (NNI) sebesar Rp46.500 miliar.
6

Jawaban: b
Nilai disposable income (pendapatan disposabel/ siap dibelanjakan) dipengaruhi personal income (pendapatan perseorangan). Disposable income diperoleh dari personal income dikurangi pajak penghasilan. Jadi, besar kecil disposable income dipengaruhi personal income. Personal income selalu lebih besar daripada disposable income.
7

Jawaban: c
Dengan menggunakan pendapatan nasional harga konstan (tetap), perbandingan pertumbuhan ekonomi antarperiode dapat akurat. Kondisi ini disebabkan pendapatan nasional harga konstan menghilangkan unsur kenaikan harga (inflasi).
8

Jawaban: c
Produk Nasional Bruto (PNB) diperoleh dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) ditambah selisih antara pendapatan faktor produksi yang dimiliki warga negara asing dan pendapatan faktor produksi yang dimiliki warga negara dalam negeri. PNB = Rp4.000 triliun
PFLN = Rp375 triliun PFDN = Rp800 triliun
PNB = PDB + (PFLN – PFDN)
4.000 triliun = PDB + (375 triliun – 800 triliun)
4.000 triliun = PDB – 425 triliun PDB = 4.425 triliun
Jadi, Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut sebesar Rp4.425 triliun.
9

Jawaban: d
Transfer payment adalah pengeluaran pemerintah produksi baju memerlukan proses produksi yang panjang seperti pembuatan benang, kain, dan baju. Nilai dari kegiatan benang dan kain tersebut tidak dihitung tersendiri, tetapi yang dihitung hanya nilai tambah dari pembuatan benang dan kain atau harga akhir baju.
10

Jawaban: d Penghitungan pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran (dalam miliar): Y = C + I + G + (X – M) Y = Rp240.000.000 + Rp80.000.000 + Rp150.000.000 + (Rp70.500.000 – Rp50.500.000) Y = Rp470.000.000 + Rp20.000.000 Y = Rp490.000.000 Jika dikonversi ke triliun: Y = Rp490.000 triliun Jadi, pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran negara A sebesar Rp490.000 triliun.
11

Jawaban: b
Penghitungan pendapatan nasional dengan pendekatan produksi hanya menghitung nilai tambah barang dan/atau jasa serta harga akhir dari suatu barang. Nilai dari setiap kegiatan ekonomi yang dilakukan untuk memproduksi satu barang tidak dihitung. Sebagai contoh, untuk memproduksi baju memerlukan proses produksi yang panjang seperti pembuatan benang, kain, dan baju. Nilai dari kegiatan benang dan kain tersebut tidak dihitung tersendiri, tetapi yang dihitung hanya nilai tambah dari pembuatan benang dan kain atau harga akhir baju.
12

Jawaban: d
Negara A memiliki pendapatan neto faktor produksi yang bernilai negatif menunjukkan negara A meng- gunakan lebih banyak faktor produksi dari luar negeri dibandingkan faktor produksi dalam negeri. Akibatnya, pembayaran faktor produksi luar negeri yang ada di dalam negeri lebih besar daripada penerimaan pendapatan faktor produksi domestik sehingga nilai pendapatan neto faktor produksi bernilai negatif.
13

Jawaban: d
Penghitungan pendapatan perorangan (PI): GNP Rp880 triliun
Penyusutan Rp 88 triliun
–––––––––– –
NNP Rp792 triliun
Pajak tidak langsung Rp 85 triliun
–––––––––– –
Rp707 triliun
NNI
Laba ditahan Rp15 triliun
Jaminan sosial Rp25 triliun
Pajak perseroan Rp34 triliun
––––––––– +
Rp 74 triliun

Pindahan NNI Rp707 triliun
Rp 74 triliun
–––––––––– –
Rp633 triliun
Transfer payment Rp 78 triliun
–––––––––– +
Personal Income (PI) Rp711 triliun
Jadi, besar personal income di negara tersebut adalah Rp711 triliun.
14

Jawaban: d
Produk Nasional Bruto (PNB) diperoleh dari Produk Domestik Bruto (PDB) ditambah selisih antara pendapatan faktor produksi dalam negeri dan pendapatan faktor produksi luar negeri. Jika pendapatan faktor produksi dalam negeri lebih besar daripada pendapatan faktor produksi luar negeri akan menambah jumlah PNB. Jika pendapatan faktor produksi dalam negeri lebih kecil daripada pendapatan faktor produksi luar negeri akan mengurangi jumlah PNB. Jika PNB lebih kecil daripada PDB, berarti pendapatan faktor produksi dalam negeri lebih kecil daripada pendapatan faktor produksi luar negeri. Ciri-cirinya investasi asing di negara tersebut lebih besar daripada investasi negara tersebut di negara asing sehingga pendapatan yang diterima juga besar.
15

Jawaban: b
Ciri-ciri penghitungan pendapatan nasional dengan pendekatan produksi adalah melihat jumlah nilai tambahnya atau nilai akhir (harga) sebuah produk agar tidak terjadi penghitungan ganda. Ilustrasi pada soal dapat diringkas dalam tabel berikutCiri-ciri penghitungan pendapatan nasional dengan pendekatan produksi adalah melihat jumlah nilai tambahnya atau nilai akhir (harga) sebuah produk agar tidak terjadi penghitungan ganda. Ilustrasi pada soal dapat diringkas dalam tabel berikut.
No.
Jenis Kegiatan
Nilai Produksi (Rp)
Nilai Tambah (Rp)
1)
2)
3)
4)
Mengambil Kayu
Menggergaji papan
Membuat tempat tidur
Menjual tempat tidur di toko
80.000
300.000
700.000
1.000.000
80.000
220.000
400.000
300.000

Jumlah nilai tambah

1.000.000

Uraian
1

Jawaban:
Beberapa cara meningkatkan pendapatan nasional sebagai berikut.
a. Melaksanakan pembangunan di segala bidang kehidupan, terutama bidang ekonomi tanpa meninggalkan aspek ideologi atau kepribadian bangsa.
b. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (faktor produksi tenaga kerja) melalui per- baikan mutu pendidikan dan pemberian pelatihan sesuai kualifikasi dunia kerja global.
c. Memberikan kesempatan kepada perusahaan swasta (investor swasta) untuk mengembang- kan usahanya sehingga timbul persaingan usaha yang sehat dalam rangka menciptakan kemajuan ekonomi.
d. Mendorong dan meningkatkan perkembangan industri kecil dan rumah tangga sebagai pilar perekonomian sekaligus mitra usaha bagi perkembangan industri menengah dan besar.
e. Membuka kesempatan bagi pemilik modal untuk melakukan investasi di dalam negeri, baik melalui penanaman modal dalam negeri maupun penanaman modal asing.
2

Jawaban:
Penawaran agregat (aggregate supply) menunjuk- kan keseluruhan barang dan/atau jasa yang ditawarkan produsen dalam berbagai tingkat harga pada suatu negara. Artinya, jika penawaran agregat naik, pendapatan nasional juga naik karena nilai keseluruhan dari barang dan/atau jasa yang diproduksi juga meningkat. Nilai dari keseluruhan barang dan/atau jasa yang diproduksi merupakan komponen yang dihitung dalam pendapatan nasional. Begitu pula sebaliknya.
3

Jawaban:
Transaksi yang tidak dimasukkan penghitungan pendapatan nasional sebagai berikut.
a. Pembayaran transfer/pindahan, misalnya pembayaran pensiun, subsidi, undian, hadiah, warisan, sumbangan bencana alam, bunga atas utang negara, dan pembayaran atas barang yang dibuat pada tahun sebelumnya.
b. Kenaikan dan penurunan nilai barang-barang modal karena inflasi atau depresi disebut capital gains dan capital loss.
c. Kegiatan ilegal, misalnya penyelundupan barang-barang dagang.
d. Kegiatan yang tidak dihitung, misalnya jasa ibu rumah tangga yang mencuci dan me- masak, kecuali mencucikan pakaian ke tukang cuci atau laundry.
e. Perdagangan barang-barang bekas (berarti tidak ada penciptaan produk baru), misalnya perdagangan komputer bekas, telepon seluler bekas, sepeda motor bekas, dan perdagang- an barang bekas lainnya.
4

Jawaban:
Manfaat penghitungan pendapatan nasional sebagai berikut.
a. Mengukur tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara.
b. Mendapatkan data terperinci mengenai barang dan/atau jasa yang dihasilkan.
c. Menggolongkan negara berdasarkan struktur ekonominya.
d. Menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekonomian terhadap pendapatan nasional.
e. Membantu pemerintah merumuskan kebijakan yang akan dilakukan.
f. Membandingkan perekonomian antarnegara atau antarwilayah.
5

5. Jawaban:
Penghitungan personal income sebagai berikut (dalam miliar).
PDB Rp3.106.000
PFLN Rp 47.000
––––––––––– +
Rp3.153.000
PFDN Rp 90.400
––––––––––– –
PNB Rp3.062.600
Penyusutan Rp 100.300
––––––––––– –
PNN Rp2.962.300
Pajak tidak langsung Rp 60.900
––––––––––– –
NNI Rp2.901.400

PI = NNI + transfer payment – (laba ditahan + iuran asuransi + pajak perseroan)
PI = 2.901.400 + 150 – (55 + 45 + 266)
PI = 2.901.550 – 366
PI = 2.901.184
Jadi, besar pendapatan perorangan (personal income) negara Z adalah Rp2.901.184 miliar.

Uji Kompetensi 2
1

Jawaban: d
Bank Dunia merumuskan kriteria dalam mencermati distribusi pendapatan yaitu mengukur ketimpangan distribusi pendapatan suatu negara dengan melihat besarnya kontribusi atau sumbangan dari 40% penduduk termiskin memperoleh pendapatan sebagai berikut.
1) Pendapatan <12% dari keseluruhan pendapat- an nasional, negara tersebut mengalami tingkat ketimpangan tinggi dalam distribusi pendapatan.
2) Pendapatan 12–17% dari keseluruhan pendapatan nasional, negara tersebut mengalami tingkat ketimpangan sedang dalam distribusi pendapatan.
3) Pendapatan >17% dari keseluruhan pendapat- an nasional, negara tersebut mengalami tingkat ketimpangan rendah dalam distribusi pendapatan.
2

Jawaban: a
Bank Dunia (World Bank) mempunyai klasifikasi untuk mengetahui tingkat pendapatan per kapita per 1 Juli 2016 sebagai berikut.
1) Negara berpendapatan rendah (low income) memiliki PDB per kapita US$1.025 atau kurang.
2) Negara berpendapatan menengah rendah (low middle income) memiliki PDB per kapita US$1.026 hingga US$4.035.
3) Negara berpendapatan menengah tinggi (upper middle income) memiliki PDB per kapita US$4.036 hingga US$12.475.
4) Negara berpendapatan tinggi (high income) memiliki PDB per kapita US$12.476 atau lebih.
Berdasarkan kriteria tersebut negara yang memiliki pendapatan per kapita menengah rendah adalah Kamboja, Timor Leste, Vietnam, dan Indonesia.
3

Jawaban: d
Nilai pendapatan nasional akan berpengaruh terhadap nilai pendapatan per kapita suatu negara. Pendapatan per kapita akan bertambah jika pendapatan per kapita baik PNB maupun PDB mengalami kenaikan, sementara jumlah penduduk tetap atau persentase bertambahnya lebih sedikit.
4

Jawaban: b
Beberapa cara yang dilakukan untuk meningkatkan pendapatan nasional ataupun pendapatan per kapita antara lain memperluas lapangan kerja, meningkatkan ekspor barang dan/atau jasa, meningkatkan produksi tiap perusahaan, dan memberikan perlindungan terhadap industri dalam negeri. Tindakan meningkatkan penggunaan barang hanya akan menambah pengeluaran negara.
5

Jawaban: b
Pendapatan per kapita adalah pendapatan rata- rata penduduk suatu negara pada waktu tertentu. Meskipun dapat digunakan untuk mengukur kemajuan ekonomi suatu negara, pendapatan per kapita tidak digunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran penduduk suatu negara. Dengan demikian, jawaban yang benar ialah pernyataan angka 1) dan 3). Pernyataan angka 2) dan 4) berkaitan dengan pendapatan nasional.
6

Jawaban: b
Analisis data pada tabel sebagai berikut.
1) Ketimpangan distribusi pendapatan Indonesia pada tahun 2011–2015 bersifat sedang.
2) Ketimpangan distribusi pendapatan tahun 2010 lebih rendah daripada tahun 2011.
3) Ketimpangan distribusi pendapatan di Indonesia dari tahun 2008–2015 meningkat.
4) Distribusi pendapatan penduduk Indonesia dari tahun 2008–2015 semakin tidak merata karena nilai koefisien gini semakin meningkat.
5) Ketimpangan distribusi pendapatan Indonesia pada tahun 2013 adalah sedang.
7

Jawaban: b
Penurunan pendapatan per kapita di negara miskin disebabkan pertumbuhan penduduk yang melebihi pertumbuhan output (hasil produksi). Tingginya pertumbuhan penduduk pada negara miskin menjadi masalah yang sulit dipecahkan. Produktivitas rendah mengakibatkan output dari negara miskin juga rendah.
8

Jawaban: c
Penghitungan PNB (dalam jutaan US$) sebagai berikut.
GDP 860.000
Penerimaan warga negara
di luar negeri 120.000
––––––– +
980.000
Penerimaan WNA di dalam
negeri 230.000
––––––– –
PNB 750.000
Penghitungan pendapatan per kapita


Jadi, pendapatan per kapita negara tersebut sebesar US$3.750
9

Jawaban: b
Pendapatan per kapita tidak dapat digunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran penduduk suatu negara. Untuk melihat tingkat kemakmuran suatu negara salah satunya dapat dilihat dari pembagian (distribusi) pendapatan nasional. Jika pendapatan nasional hanya ditunjang beberapa masyarakat yang kaya, negara tersebut tidak dapat dikatakan makmur walaupun pendapatan per kapitanya tinggi. Jadi, pendapatan per kapita tidak bisa menggambarkan distribusi pendapatan.
10

Jawaban: e
Hasil perhitungan pendapatan per kapita tiap-tiap negara sebagai berikut.
Negara
PNB (triliun)
Jumlah Penduduk (juta jiwa)
Pendapatan per Kapita (juta)
Narutama
Kartagama
Kuratama
Majagama
Swatama
Rp400
Rp525
Rp640
Rp200
Rp440
80
120
125
50
160
Rp5
Rp4,375
Rp5,12
Rp4
Rp2,75

Uraian
1

Jawaban:
Koefisien gini adalah ukuran ketidakmerataan atau ketimpangan pendapatan nasional secara agregat atau keseluruhan yang angkanya sekira 0–1. Jika koefisien gini mendekati angka 0, artinya distribusi pendapatan semakin merata atau ketimpangan pendapatan semakin rendah. Jika koefisien gini menunjukkan atau mendekati angka 1, artinya distribusi pendapatan semakin tidak merata atau ketimpangan pendapatan semakin tinggi.
2

Jawaban:
Pendapatan per kapita akan bertambah jika PNB atau PDB mengalami kenaikan, sementara jumlah penduduk tetap atau persentase bertambahnya lebih sedikit. Jika jumlah penduduk suatu negara tetap, sedangkan pendapatan nasional meningkat, pendapatan per kapita akan meningkat
3

Jawaban:
Menurut Bank Dunia, penduduk dikatakan miskin jika pengeluaran per orang di bawah US$1,25 per hari. Jadi, jika penduduk memiliki pengeluaran kurang dari US$1,25 per hari, penduduk tersebut dinyatakan miskin.
4

Jawaban:
Pendapatan nasional berasal dari kegiatan ekonomi tiap-tiap negara seperti tingkat konsumsi rumah tangga, investasi, pengeluaran pemerintah, dan kegiatan ekspor serta impor. Dari kegiatan ekonomi tersebut, setiap negara memiliki per- bedaan. Selain itu, jumlah penduduk setiap negara tidak sama sehingga akan memengaruhi pendapatan per kapita yang berbeda-beda.
5

Jawaban:
Penghitungan pendapatan nasional menggunakan pendekatan pengeluaran sebagai berikut (dalam miliar US$).
Y = C + I + G + (X – M)
Y = 180 + 300 + 160 + (70 –150)
Y = 640 – 80
Y = 560
Pendapatan per kapita:

= US$14.000
Pendapatan per kapita negara tersebut sebesar US$14.000. Berdasarkan kriteria pendapatan per kapita Bank Dunia, negara tersebut memiliki pendapatan per kapita tinggi karena lebih dari US$12.476.

Ulangan Harian
1

Jawaban: b
Pendapatan per kapita merupakan besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara yang diperoleh dari hasil pendapatan nasional pada jumlah penduduk di negara yang bersangkutan. Pendapatan per kapita diperoleh dari pendapatan nasional dibagi jumlah penduduk suatu negara pada tahun tertentu.
2

Jawaban: b
Disposable income atau pendapatan disposabel merupakan pendapatan yang siap dimanfaatkan untuk membeli barang dan/atau ditabung atau digunakan untuk investasi. Disposable income diperoleh dari personal income (PI) dikurangi pajak langsung.
3

Jawaban: d
Penghitungan pendapatan nasional dengan pen- dekatan pengeluaran (dalam triliun rupiah):
Y = C + I + G + (X – M)
Y = 253 + 112 + 124 + (197 – 89)
Y = 489 + 108
Y = 597
Jadi, besar pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran adalah Rp597 triliun.
4

Jawaban: e
Penghasilan warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri tidak ikut diperhitungkan dalam GDP, sedangkan penghasilan orang asing yang bekerja di Indonesia ikut diperhitungkan. Kegiatan ekonomi yang dihitung pada PDB/GDP terdapat pada angka 3), 4), dan 5). Angka 1) dan 2) merupa- kan aktivitas yang akan dicatat dalam peng- hitungan PNB/GNP.
5

Jawaban: c
Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah jumlah produk yang dihasilkan unit-unit produksi di daerah selama satu tahun. Nilai PDRB merupakan salah satu indikator ekonomi makro untuk mengukur perkembangan dan struktur per- ekonomian di daerah.
6

Jawaban: e
Ilustrasi pada soal menunjukkan nilai barang dan/ atau jasa yang dihasilkan warga negara asing di Indonesia lebih besar daripada nilai barang dan/ atau jasa yang dihasilkan warga negara Indonesia di luar negeri. Artinya, pendapatan faktor produksi neto bernilai negatif. Pendapatan faktor produksi neto bernilai negatif akan mengurangi PNB sehingga nilai PDB Indonesia > PNB Indonesia.
7

Jawaban: d
Pendapatan nasional dapat digunakan untuk mengetahui struktur dan tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara. Data pendapatan nasional menyangkut sektor-sektor kegiatan perekonomian di suatu negara. Pendapatan nasional juga dibuat setiap tahun agar dapat dibandingkan dari waktu ke waktu sehingga tampak perubahan per- tumbuhan ekonomi negara bersangkutan.
8

Jawaban: c
Jumlah nilai tambah sama dengan jumlah harga jual produk ban sepeda motor. Jadi, jumlah nilai tambah pembuatan ban sepeda motor sebesar Rp130.000,00.
9

Jawaban: a
Menghitung pendapatan nasional dengan pendekatan pendapatan dilakukan dengan menjumlahkan balas jasa atas penggunaan faktor produksi. Salah satu faktor produksi adalah kewirausahaan. Berdasarkan ilustrasi pada soal, balas jasa yang diterima wirausahawan seperti Doni adalah keuntungan atau laba.
10

Jawaban: b
Pembayaran jasa transportasi umum dihitung dalam pendapatan nasional dengan pendekatan produksi. Jasa transportasi termasuk sektor produksi pembentuk pendapatan nasional.
11

Jawaban: c
Komponen yang dihitung dalam pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran adalah konsumsi masyarakat (C), belanja pemerintah (G), investasi baik swasta maupun pemerintah (I), dan ekspor neto (ekspor (X) – impor (M). Penambahan pendapatan nasional terjadi jika ada penambahan nilai C, G, I, dan ekspor neto. Nilai pendapatan nasional akan meningkat jika investasi meningkat. Meningkatnya nilai impor yang melebihi nilai ekspor tidak menambah pendapatan nasional karena nilai ekspor neto bernilai negatif.
12

Jawaban: c
Penghitungan GNP (dalam miliar rupiah):
GNP = GDP – produk neto terhadap luar negeri GNP = 69.000 + (8.300 – 14.500)
GNP = 62.800
Penghitungan PNN (dalam miliar rupiah):
PNN = GNP – depresiasi barang modal
PNN = 62.800 – 3.000
PNN = 59.800
Jadi, PNN negara tersebut sebesar Rp59.800 miliar.
13

Jawaban: a
PNB/GNP adalah jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan faktor-faktor produksi milik warga negara sendiri yang tinggal di dalam negeri maupun di luar negeri. Pernyataan yang benar terdapat pada angka 1), 2), dan 3). Nomor 4) dan
5) merupakan komponen penghitungan Produk Domestik Bruto.
14

Jawaban: b
Penghitungan pendapatan disposabel: PDB 45.950
PFDN 1.820
–––––– +
PNB 47.770
Penyusutan 6.000
–––––– –
NNP 41.770
Pajak tidak langsung 3.600
–––––– –
NNI 38.170
Transfer payment 1.400
–––––– +
39.570
Laba ditahan 1.050
Iuran asuransi 1.100
Pajak perseroan 1.900
–––––– +
4.050

PI 39.570
4.050
–––––– –
35.520
Pajak langsung 900
–––––– –
Disposable Income 34.620
Jadi, pendapatan disposabel negara tersebut sebesar Rp34.620 miliar.
15

Jawaban: d
Pendapatan nasional dengan pendekatan penerimaan dihitung dengan cara menjumlahkan upah dan gaji, sewa, bunga modal, serta laba. Berdasarkan soal Pak Pandu memperoleh laba atas kegiatan ekspor kerajinan rotan ke Eropa. Laba merupakan komponen pendekatan penerimaan.
16

Jawaban: d
Penghitungan pendapatan nasional dengan pen- dekatan pendapatan (dalam miliar rupiah):
NI = W + R + I + π
52.000 = 12.000 + 5.000 + 15.000 + π
52.000 = 32.000 + π
π = 20.000
Jadi, laba di negara Y sebesar Rp20.000 miliar atau Rp20 triliun.
17

Jawaban: c
Penghitungan NNI sebagai berikut (dalam miliar rupiah).
GNP 4.200
Penyusutan barang modal 500
–––––– –
PNN 3.700
Pajak tidak langsung 900
–––––– –
NNI 2.800
Jadi, besar NNI adalah Rp2.800 miliar.
18

Jawaban: e
Pada saat krisis hampir semua sektor produksi terkena dampaknya. Nilai ekspor turun karena negara tujuan ekspor mengalami krisis ekonomi. Modal asing yang diinvestasikan di Indonesia ditarik besar-besaran ke negara asalnya. Penyebab pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bernilai positif saat krisis karena besarnya kontribusi sektor konsumsi dalam membentuk pertumbuhan ekonomi. Konsumsi tetap dilakukan untuk memenuhi kebutuhan walaupun sedang mengalami krisis ekonomi.
19

Jawaban: d
Penghitungan nilai investasi masyarakat sebagai berikut (dalam triliun rupiah).
Y = C + I + G + (X – M)
8.000 = (25% × 8.000) + I + (20% × 8.000)
= + (15% × 8.000) – (10% × 8.000))
8.000 = 2.000 + I + 1.600 + (1.200 – 800)
8.000 = I + 4.000
I = 8.000 – 4.000
I = 4.000
Jadi, nilai investasi di negara A sebesar Rp4.000 triliun.
20

Jawaban: c
Pendapatan nasional dengan pendekatan pen- dapatan diperoleh dengan menjumlahkan balas jasa faktor produksi antara lain upah, sewa, bunga modal, dan laba pengusaha. Adapun angka 2) dan 4) merupakan komponen penghitungan pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran.
21

Jawaban: c
Salah satu penyebab penghitungan pendapatan nasional di negara berkembang kurang akurat adalah banyak kegiatan produksi masyarakat yang belum dimasukkan penghitungan pen- dapatan nasional seperti kegiatan ekonomi yang dilakukan sektor informal.
22

Jawaban: a
Berdasarkan data pada soal negara G termasuk memiliki pendapatan per kapita tinggi (berdasarkan kriteria Bank Dunia lebih dari US$12.476). Dilihat dari indeks gini, negara G termasuk memiliki ketimpangan tinggi (di atas 0,5). Negara tersebut termasuk negara yang memiliki pendapatan per kapita tinggi karena sebagian besar pendapatan nasional dikontribusikan oleh kelompok pemodal yang jumlahnya sedikit. Ketimpangan pendapatan negara tersebut tinggi karena sebagian besar masyarakat memiliki penghasilan rendah.
23

Jawaban: c

1) Pendapatan per kapita negara A sebesar Rp6.300.000,00.
2) Pendapatan per kapita negara B sebesar Rp5.450.000,00.
3) Pendapatan per kapita negara C sebesar Rp3.220.000,00.
4) Pendapatan per kapita negara D sebesar Rp5.437.500,00.
5) Pendapatan per kapita negara E sebesar Rp5.525.000,00.
24

Jawaban: c
Kriteria Bank Dunia dalam menentukan penduduk miskin adalah jika pengeluarannya kurang dari US$1,25 (berdasarkan asumsi pada soal Rp13.000,00) per hari. Jadi, berdasarkan kriteria tersebut penduduk miskin menurut Bank Dunia terdapat pada pilihan c.
25

Nilai Koefisien Gini
Tingkat Ketimpangan
<0,4
0,4-0,5
>0,5
Rendah
Sedang
Tinggi
Jadi, suatu negara memiliki ketimpangan pendapatan sedang jika nilai koefisien gini 0,4–0,5.
26

Jawaban: d
Pendapatan per kapita adalah pendapatan rata- rata penduduk suatu negara pada waktu tertentu. Pendapatan nasional adalah jumlah seluruh produksi baik berupa barang maupun jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu tahun yang dinyatakan dalam satuan uang.
27

Jabawan: b
Penghitungan pendapatan per kapita negara X:



Penghitungan pendapatan per kapita negara Y:



Jadi, pendapatan per kapita negara X lebih besar daripada pendapatan per kapita negara Y dengan jumlah pendapatan per kapita negara X US$2.750 dan negara Y US$2.700.
28

Jawaban: d
Pertambahan pendapatan nasional yang lebih besar dibandingkan dengan jumlah penduduk menunjukkan adanya kenaikan pendapatan per kapita. Pendapatan per kapita tidak dapat diguna- kan untuk mengukur tingkat distribusi pendapatan.
29

Jawaban: c
Analisis jawaban pada soal sebagai berikut.
1) Ketimpangan pendapatan negara A pada tahun 2016 turun.
2) Ketimpangan pendapatan negara A pada tahun 2015 sedang.
3) Ketimpangan pendapatan negara A pada tahun 2016 rendah.
4) Distribusi pendapatan negara A pada tahun 2016 mengalami penurunan.
5) Ketimpangan pendapatan negara A pada tahun 2015 lebih tinggi daripada tahun 2016.
Jadi, jawaban yang tepat terdapat pada pilihan c.
30

Jawaban: d
Kontribusi 40% penduduk termiskin di negara B sebagai berikut.


Berdasarkan kriteria Bank Dunia ketimpangan pendapatan negara B termasuk tinggi karena kontribusi pendapatan 40% penduduk termiskin
<12% dari keseluruhan pendapatan nasional.

Uraian
1

Jawaban:
Penghitungan PDB (dalam triliun): PDB = C + I + G + (X – M)
PDB = Rp2.000 + Rp230 + Rp510 + (Rp300 – Rp260)
PDB = Rp2.780
Penghitungan Pendapatan Nasional Neto (NNI) (dalam triliun rupiah):

Jadi, Pendapatan Nasional Neto (NNI) negara tersebut sebesar Rp2.390 triliun
2

Jawaban:
Nilai Gross Domestic Product (GDP) yang lebih besar daripada nilai Gross National Product (GNP) menggambarkan perekonomian suatu negara yang bersangkutan masih berkembang karena terjadi pendapatan neto ke luar negeri (Net Factor Income to Abroad ). Hal ini berarti pengiriman faktor produksi (tenaga kerja, modal, dan investasi) negara tersebut ke luar negeri lebih kecil daripada faktor produksi (tenaga kerja, modal, dan investasi) asing di dalam negeri. Perekonomian negara tersebut masih ditopang investasi asing
3

Jawaban:
Koefisien gini lebih akurat untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu negara daripada pendapatan per kapita. Dalam koefisien gini, dapat diketahui persebaran pendapatan penduduk sehingga dapat diketahui ketimpangan pendapatan- nya untuk dijadikan ukuran kemakmuran suatu negara. Semakin mendekati 0, pendapatan semakin merata dan semakin mendekati 1 pendapatan semakin tidak merata. Adapun pendapatan per kapita hanya menghitung pendapatan rata-rata tanpa diketahui distribusi pendapatannya.
4

Jawaban:
Saat krisis ekonomi harga barang dan/atau jasa melonjak naik, masyarakat kesulitan membeli kebutuhan pokok. Akibatnya, pendapatan masyarakat menurun karena terjadi kenaikan harga dan investasi menurun. Sektor perekonomian tidak berjalan lancar sehingga berdampak langsung terhadap pendapatan nasional. Saat krisis ekonomi, pendapatan nasional suatu negara akan menurun.
5

Jawaban:
Penghitungan pendapatan nasional dengan metode pendapatan (dalam miliar rupiah):
PN = W + R + I + π
PN = 480.000 + 250.000 + 130.000 + 300.000
PN = 1.160.000
Penghitungan pendapatan per kapita:

Jadi, pendapatan per kapita negara tersebut sebesar Rp11.600.000,00

Sekianlah artikel Pendapatan Nasional kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Belum ada Komentar untuk "Pendapatan Nasional"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel